Menu Tutup

10 Tujuan Kuliner Yogya yang Terkenal dan Legendaris

Jika Anda berwisata ke Yogyakarta, menjelajahi kulinernya adalah salah satu kegiatan yang tidak boleh dilewatkan. Kota pelajar dan budaya ini memiliki banyak tempat makan ikonik yang legendaris, mulai dari gudeg, pecel, soto, hingga kue tradisional. Banyak tempat makan ini yang telah beroperasi sejak lama, dan masih bertahan di tengah gempuran hidangan modern.

Berikut 10 rekomendasi tempat makan yang bisa Anda coba.

1. Gudeg Yu Djum

Warung Gudeg Yu Djum

Gudeg Yu Djum telah hadir sejak tahun 1951, dengan cabang yang berdiri di berbagai wilayah seperti Jalan Kaliurang, Jalan Wates, Jalan Wonosari, dan Jalan Laksa Adisucipto. Gudeg Yu Djum bercita rasa manis dan gurih, dengan pilihan lauk seperti ayam, telur pindang, sayur nangka, dan tempe. Ciri khasnya adalah gudeg yang dimasak dalam kendi tanah liat sehingga tahan lama, cocok untuk oleh-oleh.

Gudeg Yu Djum

2. Mi Ayam Bu Tumini

Warung Mie Ayam bu Tumini

Mi Ayam Bu Tumini berlokasi di Jalan Umbulharjo, dekat dengan Terminal Giwangan. Kedai mi ini telah hadir sejak tahun 1990-an, dengan jumlah penjualan yang mencapai sekitar 700 porsi setiap hari. Ciri khasnya adalah mi tebal dengan kuah pekat yang agak gelap dan berempah. Kedai mi ayam ini tidak menjual menu lain, tetapi Anda bisa memilih antara mi ayam atau ceker.

Mie Ayam bu Tumini

3. Sego Pecel Bu Wiryo

Warung SGPC Bu Wiryo

Sego Pecel (“SGPC”) Bu Wiryo adalah kedai pecel legendaris di dekat Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada. Buka sejak tahun 1959, kedai pecel ini terkenal sebagai tempat bernostalgia para alumni UGM. Bumbu pecelnya sedikit encer, tetapi masih ada tekstur kasar dari kacangnya. Menu lainnya adalah sup daging sapi, sup bayam, dan sup ayam. SGPC Bu Wiryo buka sejak pukul 07:00 pagi, sehingga bisa menjadi tempat sarapan.

Sego Pecel Bu Wiryo

4. Soto Kadipiro

Warung Soto Kadipiro

Berdiri sejak tahun 1928, Soto Kadipiro begitu terkenal sehingga namanya banyak digunakan oleh berbagai warung soto lain. Akan tetapi, kedai Soto Kadipiro yang “asli” hanya ada di Jalan Wates, dan tidak membuka cabang lain secara resmi. Ciri khasnya adalah kuah yang relatif jernih dan segar serta penggunaan ayam kampung. Isi sotonya adalah kubis, tauge, daging ayam, dan perkedel.

Soto Kadipiro

5. Soto Sulung Tugu

Soto Sulung Tugu adalah tujuan populer pencinta soto karena lokasinya yang strategis serta rasanya yang khas. Soto Sulung Tugu sudah ada sejak tahun 1968, dan terkenal di kalangan alumni berbagai kampus di Yogya. Ciri khasnya adalah kuah kental yang pekat dan gurih serta daging dan jeroan yang empuk, tidak amis. Nasinya dibungkus kecil-kecil dan tidak langsung ditaruh di mangkuk, sehingga Anda bisa menentukan porsinya.

Soto Sulung

6. Bakmi Mbah Mo

Warung Bakmi Mbah Mo

Bakmi Mbah Mo adalah kedai mi sederhana di Kampung Code yang telah berdiri sejak tahun 1986. Ciri khasnya adalah mi telur berdiameter lebar, kuah pucat, dan rasa yang gurih. Bakmi Mbah Mo juga tidak berminyak dan rasanya gurih walau bumbunya sederhana, dan racikannya menggunakan ayam kampung. Kedai bakmi ini hanya menghidangkan mi kuah, mi goreng, dan mi berkuah sedikit (mi nyemek).

Bakmi Mbah Mo

7. Lotek Teteg

Warung Gado2 Lotek

Lotek merupakan makanan yang mirip gado-gado, tetapi biasanya menggunakan sayuran seperti bayam, daun kacang kedelai, dan kapri. Bumbu kacangnya sedikit lebih manis daripada gado-gado atau pecel. Yogyakarta memiliki banyak kedai lotek, tetapi yang paling legendaris adalah Lotek Teteg di dekat Stasiun Lempuyangan. Berdiri sejak tahun 1968, ciri khas lotek di sini adalah porsi yang besar serta bumbu yang kacangnya sangat terasa.

Lotek Gado2 Teteg

8. Jadah Tempe Mbah Carik

Pusat Oleh-oleh Mbah Carik

Ingin mencoba kue tradisional berupa “burger Jawa”? Datanglah ke kedai Jadah Tempe Mbah Carik. Berlokasi di dekat Tugu Udang di Jalan Kaliurang, kedai ini didirikan oleh Mbah Ngadikem pada tahun 1950-an dengan bantuan keluarga Keraton Yogyakarta. Jadah tempe adalah makanan hasil kreasinya yang terdiri dari dua potong kue dari ketan (jadah) serta tempe bacem di antaranya. Anda bisa menikmatinya sambil minum teh poci.

Jadah Tempe

9. Sate Klathak Pak Bari

Sate klathak adalah makanan khas daerah Bantul, dan terbuat dari daging kambing yang dibakar menggunakan tusukan dari jeruji roda sepeda. Jeruji panas membuat dagingnya cepat matang, sehingga cita rasanya lezat dan empuk walau bumbunya sederhana. Dari berbagai kedai sate yang ada di Bantul, Sate Klathak Pak Bari adalah yang paling terkenal, dan bahkan sempat muncul dalam adegan film Ada Apa dengan Cinta 2.

Sate Klathak Pak Bari

10. Angkringan Lik Man

Angkringan Lik Man merupakan salah satu angkringan dengan riwayat terlama di Yogya. Melayani pelanggan sejak tahun 1950-an, angkringan yang berlokasi di Jalan Wongsodirjan ini menawarkan minuman khas berupa kopi joss, yaitu kopi hitam yang dicampur arang panas di dalam gelasnya. Menunya sederhana tetapi beragam, seperti nasi kucing, tempe bacem, gorengan, tahu susur, mendoan, dan kepala ayam goreng.

Angkringan Lik Man

Kuliner legendaris Yogyakarta menghadirkan rasa khas di tengah suasana yang sederhana. Jangan lewatkan 10 kedai ini jika Anda berlibur di sana.

Bacaan Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *