Menu Tutup

Daftar Makanan Asli Khas Bandung yang Populer

Berbicara tentang Bandung rasanya memang tidak ada habisnya. Banyak hal yang bisa dieksplor dari kota Kembang ini dan hanya di sinilah Anda bisa berlibur dengan lengkap karena Bandung mempunyai wisata alam yang cantik, wisata belanja yang super murah dan trendy, juga wisata kuliner dengan hidangan-hidangannya yang lezat menggoyang lidah. Anda berniat berkunjung ke Bandung di akhir pekan ini? Baca ulasan ini terlebih dahulu.

Referensi daftar kuliner khas di Bandung
Liburan ke Bandung tidak akan lengkap tanpa wisata kuliner, inilah referensinya untuk Anda.

Surabi

Surabi Bandung

Surabi atau serabi juga sering dibilang pancake Jawa dan dibuat dengan adonan dari tepung beras lalu dipanggang dengan tungku dari tanah liat. Inilah sebabnya surabi mempunyai citarasa yang khas dan membuat banyak orang ketagihan. Bila dahulu toping surabi ini hanya berupa taburan kelapa muda, gula merah, atau nangka, pengusaha kuliner saat ini berkreasi dengan tambahan yang lebih kekinian seperti durian, sosis, coklat, hingga keju.

Piscok

Piscok Bandung

Jangan lewatkan mencicipi piscok alias pisang coklat bila berkesempatan berkunjung ke Bandung. Piscok dibuat dari buah pisang yang sudah matang lalu dibungkus dengan kulit lumpia sebelum digoreng hingga matang. Sebelum dihidangkan piscok akan dilumuri coklat cair terlebih dahulu.

Cimol

Cimol bandung

Cimol sebenarnya kependekan dari aci digemul, jadi sudah pasti bila bahan utama untuk membuat jajanan ini adalah tepung kanji. Setelah dicampur dengan air aci kemudian dibentuk bulat-bulat dan digoreng hingga mengembang dan matang. Bentuknya mirip dengan bakso goreng namun citarasanya lebih gurih dan kenyal.

Cilok

Cilok Bandung

Cilok atau aci dicilok cukup mudah ditemui di mana-mana baik dijual oleh pedagang kaki lima hingga masuk daftar menu di café-café. Jajanan berbentuk bulat ini dahulu biasanya diberi siraman saus kacang sebelum disantap, namun sekarang orang juga dapat menambahkan saus dengan beragam rasa atau mayonnise.

Siomay

Siomay

Penganan yang satu ini tentu sudah sangat akrab dalam keseharian kita. Siomay dibuat dari campuran daging ikan dan tepung sagu lalu dibungkus dengan kulit lumpia dan dikukus hingga matang. Tambahan bahan siomay lainnya adalah pare kukus, kentang kukus, telur rebus, tahu isi, dan lain-lain, kemudian disiram dengan kuah kacang yang encer.

Bandros

Bandros

Jajanan yang dulu kerap ditemui di sekolah-sekolah dijajakan oleh abang-abang pedagang kaki lima ini sekarang sudah naik kelas dan semakin banyak dicari generasi milenial. Bandros adalah penganan dari tepung terigu yang dicampur santan kelapa, berikutnya adonan tersebut dituangkan pada cetakan kue berbentuk cekung dan terakhir diberi taburan kelapa parut. Bandros sangat cocok dinikmati dengan secangkir kopi atau teh saat masih hangat.

Peuyeum

Peuyeum

Orang lebih mengenal peuyeum sebagai tapai singkong walaupun sejatinya kedua hidangan ini berbeda. Peuyeum bertekstur lebih kering dibandingkan tape dan saat ini Anda juga bisa menemukan peuyeum dengan toping yang semakin beragam seperti coklat, keju, dan lain-lain.

Mie kocok


Yang khas dari mie kocok ini adalah bentuknya yang datar dan tidak seperti mie pada umumnya. Pengolahannya pun sedikit berbeda dengan mie yang lain, yaitu dengan dikocok dan diaduk hingga matang. Sebelum dihidangkan mie kocok akan diberi taburan berbagai jenis sayuran, kilik sapi yang yang sudah direbus sampai matang, dan bawang goreng.

Gepuk

Gepuk

Gepuk dibuat dari daging sapi yang diolah dengan bumbu-bumbu sehingga rasanya menjadi manis dan agak gurih. Dinamakan gepuk karena pengolahan hidangan ini adalah dengan dipukul-pukul hingga lembut baru kemudian direndam dalam campuran bumbu-bumbu dan santan. Terakhir daging lalu direbus dengan bumbu bersantan tersebut hingga matang.

Cireng

Cireng

Selain cimol di Bandung juga ada cireng yang sudah populer bahkan sejak tahun 80-an. Cireng dibuat dari tepung kanji yang dicampur tepung terigu dan bumbu-bumbu sederhana seperti merica, garam, dan daun bawang. Ada pula cireng yang dicampur dengan kacang kedelai tapi ada pula yang tidak. Terakhir cireng digoreng terlebih dahulu dengan minyak panas hingga mengembang dan matang sebelum dihidangkan.

Misro

Misro

Orang Bandung ternyata senang memberi nama-nama penganan khasnya dengan singkatan dari bahan pembuatnya. Selain cimol dan cireng, masyarakat Bandung juga mempunyai kuliner khas misro yang merupakan singkatan dari amis di jerone, yang artinya di dalam manis. Misro akan lebih nikmat disantap dalam keadaan hangat ditemani teh atau kopi.

Nasi timbel

Nasi timbel

Nasi timbel berbeda dengan nasi yang sehari-hari Anda santap karena saat dalam kondisi panas nasi akan dibungkus daun pisang untuk memunculkan aroma yang berbeda. Nasi timbel umumnya disajikan dengan lauk tahu, tempe, dan goreng, plus lalapan dan sambal yang segar.

Nasi tutug oncom

Nasi tutug oncom

Hidangan ini adalah nasi yang diolah dengan dipanggang setelah sebelumnya dicampur dengan bumbu oncom dan sedikit tepung tapioca. Karena tanpa lauk pun sudah cukup lezat disantap umumnya orang hanya menambahkan sayuran, kerupuk, dan sambal sebelum menghidangkan nasi yang satu ini.

Es lilin


Diberi nama es lilin karena es tradisional ini memang berbentuk seperti lilin karena dicetak dengan plastik bulat dan panjang. Es lilin dibuat dari kombinasi antara susu, santan, dan sirup atau gula lalu dibekukan dalam lemari es. Es lilin cocok dinikmati bagi Anda yang bernostalgia dengan makanan ala anak SD dahulu.

Yang mana favorit Anda?

Bacaan Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *